; SELAMAT DATANG DIWEBSITE RESMI SMA PGRI 1 PADANG
Pencarian
Info Sekolah
Login Member
Username:
Password :
Banner
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 39870 visitors
  Hits : 491 hits
  Today : 19 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

fauzi    
Agenda
19 January 2018
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

SEJARAH BERDIRINYA SMA PGRI 1 PADANG

 

 Sekolah Menengah Tingkat Atas ( SMA PGRI 1 Padang) lahir dan berdiri atas dasar  inisiatif dan partisipasi aktif   dari para tokoh pendidik yang peduli dengan pendidikan di Sumatera Barat pada saat itu, yang saat itu masih mmiliki nama  SMA PGRI PADANG.

Pada tahun ajaran 1978 di Sumatera Barat sangat dirasakan  meledaknya jumlah lulusan SMP baik dari Sekolah Negeri maupun dari Sekolah Swasta. Hal ini sangat dirasakan dengan berkembangnya keluhan dari masyarakat tentang sulitnya mencari sekolah bagi anak-anak mereka, yang disebabkan besarnya jumlah lulusan  calon siswa yang ada dibanding dengan jumlah sekolah yang bisa menampung, terutama untuk sekolah Negeri. Hal ini sebagai dampak/pengaruh pertambahan penduduk yang begitu cepat sebelum KB berhasil dilaksanakan di Sumatera Barat.

Bertitik tolak dari permasalahan yang tengah dihadapi tersebut maka  para tokoh pendidikan Sumatera Barat saat itu yang dimotori oleh Bp Drs. H. Mizwar (Saat itu sebagai Ketua DPRD Propinsi Sumatera Barat, Mantan Kepala SMP Negeri 1 Padang), Bapak H. Sjofjan Kahar, SH (Saat itu sebagai Kepala SMA Negeri 1 Padang yang pada akhirnya pensiun dari PNS dengan jabatan terakhir Kepala Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Sumatera Barat, Bp Drs. Adnan Rahman, S.H. (Mantan Kormin Depdikbud Sumbar), Bp Arlin Arif BA (Saat itu masih guru SMA Negeri 1 Padang , telah almarhun tahun 1996), Bp Abu Nawas Dt Indomo S. H. (Saat itu Dosen PAAP -Fakultas Ekonomi Unand Padang), yang bermusyawarah dan berbicara dari hati kehati menanggulangi peledakan murid tersebut demi memajukan pendidikan di Sumatera Barat, dengan mencarikan solusi terbaik saat itu terutama untuk jenjang pendidikan tingkat Menengah Atas (Tingkat SMA).

Tokoh-tokoh pendidikan Sumatera Barat ini, yang tergabung dalam wadah PGRI sebagai Organisasi Profesi guru-guru Indonesia ini merencanakan untuk mendirikan /membuka suatu sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menampung/menerima  lulusan SMP yang sangat banyak pada tahun ajaran 1978 tersebut, walau dengan cara apapun dan dalam situasi yang bagaimana

pun  bertekad dapat menerima murid baru  kelas I tahun ajaran 1978 ini.

 Arif, BA, Abu Nawas Dt Indomo S.H dan Bp Abu Nawas SH  serta Bp Arlin Arif termasuk tokoh/aktivis organisasi kepemudaan pada saat Pendaftaran calon murid kelas I SMA di tahun ajaran 1978, yang pada saat ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Padang atas persetujuan Kepala SMA 1 Padang saat itu Bp Sjofjan Kahar, S.H.

Bapak H. Sjofjan Kahar, S.H. adalah rekan seperjuangan dari Bp Drs Mizwar dalam membina organisasi profesi Guru PGRI, maka  dengan kebulatan tekad maka dinamailah SMA yang akan berdiri ini dengan SMA PGRI Padang, yang secara administratif masih di dalam tanggungjawab SMA Negeri 1 Padang, baik tempat pendaftaran,ruang belajar, tenaga pengajar dan  tenaga administrasi. Sehingga proses penerimaan murid baru tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 1 Padang.

Dengan telah adanya proses penerimaan ini maka SMA PGRI Padang telah mendapat izin operasional dari Kanwil Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Propinsi Sumatera Barat dan mempunyai akte pendirian sekolah,yang disahkan Notaris Asmawel Amin, S.H. dengan susunan sebagai berikut :

Ketua      : Drs. Mizwar

Wkl Ketua    : Adnan Rahman, S.H

Sekretaris    : Abu Nawas Dt Indomo, SH

Bendahara    : Sjofjan Kahar, S.H

Anggota      : Arlin Arif. BA

Pendaftaran Calon murid baru ini berakhir dengan dilaksanakannya Tes masuk bagi calon yang telah mendaftar, dan pada akhirnya SMA PGRI menerima murid di tahun pertama ini sebanyak 10 lokal dengan kapasitas per lokal 42 orang. Berarti penerimaan tahun pertama ini lebih kurang 420 orang. Perlu diketahui bahwa jumlah siswa yang mendaftar saat itu diperkirakan lebih dari 500 orang. Karena sistem penerimaan waktu itu melalui Test / Ujian tulis bagi calon siswa maka berhasil terjaring lolos sebanyak 10 kelas, berrarti PGRI telah membantu pemerintah dalam hal mengatasi peledakan murid saat itu.

Degan telah resminya SMA PGRI  Padang terdaftar sebagai Sekolah Formal untuk melaksanakan Pendidikan tingkat Menengah Atas, maka pada

 

TAHUN 1978,

 Hari ; SABTU, Tanggal  SATU , bulan SATU ,

pukul SATU (13.00), di SMA SATU

merupakan tonggak awal sejarah berdirinya SMA PGRI 1 Padang

 

Mengingat sekolah yang sudah didirikan ini telah menenrima murid baru sedangkan gedung/ruang belajarnya masih menempati lokal sore di SMA Negeri 1 Padang, maka bagi siswa yang sudah dinyatakan diterima dimintakan sumbangan Uang Pembangunan gedung disamping uang  Pendaftaran calon untuk pelaksanaan testing penerimaan murid baru, yang pada waktu itu masih dipungut langsung petugas pendaftaran (belum lagi disetorkan pada Giro Bank) dan secara Kolektif disetorkan pada Bendahara Yayasan waktu itu.

Menyinggung masalah dana untuk keperluan pendirian/pembangunan/pelaksanaan harian SMA PGRI Padang ini, maka tokoh-tokoh pendirinya telah memiliki akte pendirian sekolah dibawah Naungan Yayasan Penyelenggaranya adalah YAYASAN PENDIDIKAN PGRI SUMATERA BARAT, yang dalam Akta tersebut antara lain dicantumkan sebagai Ketua adalah Bp Drs. H. Mizwar, sedangkan Bendahara adalah Bp  Sjofjan Kahar, SH.

Oleh karena itu masalah keuangan dalam penyelenggaraan Sekolah sejak berdirinya sampai saat ini adalah merupakan tanggungjawab dan wewenang dari  Yayasan Pendidikan PGRI Sumatera Barat, dan telah memiliki Giro khusus SMA PGRI 1 Padang pada Bank Bukopiin Cabang Padang

Dalam semangat belajar dan mengajar yang tinggi saat itu maka tokoh-tokoh seperti di atas dengan Kepala Sekolah waktu itu Bp Sjofjan Kahar, SH selalu berikhtiar bersama agar SMA PGRI Padang dapat berdiri sendiri dan tidak lagi bergabung dengan SMA Negeri 1 Padang.

Untuk jangka panjang maka akan dibangun SMA PGRI Padang di atas Tanah Kantor PGRI Sumatera Barat secara permanen, sedangkan dalam waktu singkat akan  menempati Gedung bekas Kantor  KBN lama milik Pemda Tk I Sumbar  sebanyak 6 lokal, sedangkan sebagiannya diisi waktu itu oleh SMP Indra Cahya Padang

Begitulah, setelah lebih kurang 3 bulan belajar sore di SMA Negeri 1 Padang, maka siswa SMA PGRI  Padang telah menempati ruangannya yang baru di Jl Koto Tinggi No 5 Padang, yang secara formal Kepala Sekolah masih dijabat Bapak Sjofjan Kahar, SH dan  sebagai penangungjawab pelaksanaan Harian adalah Bp Arlin Arif. BA yang sehari-hari guru SMA Negeri 1 Padang.

Adapun untuk Tenaga pengajarnya waktu itu adalah Mayoritas guru-guru SMA Negeri 1 , 2  dan 3 Padang yang secara honorer mengajar di sekolah ini. Sedangkan setiap akhir bulan berjalan dibayarkan Uang lelahnya / honor oleh Yayasan Pendidikan PGRI Sumatera Barat sebagai Penyelenggara Sekolah Swasta SMA PGRI 1 Padang.

Dalam upaya pendirian sekolah ini mulailah Tokoh-tokoh tersebut di atas berusaha mengurus administrasi pendaftaran sekolah pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Sumatera Barat melalui Bidang Pendidikan yang relevan, dan juga  pengurusan izin operasional sekolah tersebut serta Akte Pendiriannya melalui Notaris sesuai dengan jalur hukum yang berlaku, dengan kecenderungan untuk memberi nama SMA PGRI PADANG, sesuai dengan tuntutan berdirinya untuk membantu peledakan murid dan membantu penampungan anak-anak guru-guru yang terhimpun dalam Organisasi profesi PGRI.

Dalam waktu yang tidak begitu lama mulailah dengan resmi dibuka pendaftaran calon murid baru Kelas I untuk diterima di  SMA PGRI tahun ajaran 1978, yang berlokasi di SMA Negeri 1 Padang, dengan penanggungjawab Pimpinan Sekolah  Bp H. Sjofjan Kahar, SH.

Pada saat itu pendaftaran calon masih dilakukan di gedung SMA Negeri 1 Padang, tepatnya di ruang Perpustakaan dengan petugas pendaftaran waktu itu Sdr Artis Amir (Tenaga honorer harian lepas  di Perpustakaan SMA Negeri 1 Padang) dibantu oleh Sdr Martunus Umar, dan Pegawai TU lainnya di SMA Negeri 1 Padang, seperti Sdr Wazir Chan.

 Pendaftaran calon murid baru ini berakhir dengan dilaksanakannya Tes masuk bagi calon yang telah mendaftar, saat itu lebih dari 500 orang, dan pada akhirnya Alhamdulillah pada tahun pertama ini SMA PGRI  1 Padang menerima 10 lokal Kelas I dengan isi lokal rata-rata per klas 42 orang, berarti sekitar 420 orang lulusan SMP saat itu sudah tertampung di SMA PGRI 1 Padang. Dengan telah resminya SMA PGRI  Padang terdaftar sebagai Sekolah Formal untuk melaksanakan Pendidikan Tingkat Menengah Atas, maka pada :

 TAHUN 1978

Hari : SABTU, Tanggal Dua puluh satu, bulan SATU,

 Pukul SATU, di SMA SATU

Merupakan

Tonggak awal sejarah berdirinya SMA PGRI 1

PADANG

 

Sekolah yang baru didirikan ini telah menerima murid baru sebanyak 10 kelas, sedangkan gedung/ruang belajarnya masih menempati lokal SORE di SMA Negeri 1 Padang, maka kepada siswa yang sudah dinyatakan diterima dimintakan sumbangan Uang Pembangunan gedung disamping uang pendaftaran calon untuk pelaksanaan testing penerimaan murid baru, yang pada waktu itu  masih dipungut Petugas Pendaftaran (belum lagi disetorkan ke Rekening Bank,karena Sekolah belum memiliki No Giro di Bank) dan secara kolektif telah diserahkan/disetorkan pada Bendahara Yayasan waktu itu.

Menyinggung masalah dana untuk keperluan pendirian/pembinaan/pembangunan/pelaksanaan harian SMA PGRI Padang ini, maka tokoh-tokoh pendirinya telah memimilki akte pendirian sekolah dibawah naungan YAYASAN PENDIDIKAN PGRI SUMATERA BARAT, yang dalam akta tersaebut antara lain dicantumkan sebagai Ketua Bp Drs. Mizwar, sedangkan Bendahara Bp Sjofjan Kahar, S.H.

Dengan pengelolaan adminitrasi dan keuangan yang  memadai maka Yayasan Pendidikan PGRI Sumatera Barat telah membangun sampai saat ini sebuah sekolah yang permanen, berlantai dua dan berlantai 3 di Jl Jend Sudirman No 1a Padang lengkap dengan Labor Bahasa,Labor Komputer dan  Perpustakaan sekolah serta Mushalla. Begitu juga  sebuah Perguruan Tinggi di bidang Kependidikan (STKIP-PGRI) di Jl Gunung Pangilun Padang yang telah memiliki kelengkapan  yang memadai dan telah mewisuda Mahasiswa dari berbagai Program Studi dan disiplin ilmu yang ada di STKIP PGRI Sumatera barat.

Disamping pembangunan secara Fisik maka dalam hal ketenagaan (bidang edukatif dan administratif) Yayasan Pendd. PGRI Sumbar telah memperjuangkan melalui Kakanwil Dedpdikbud  Propinsi Sumatera Barat untuk dapat mengangkat Kepala Sekolah, Guru-guru tetap atau Guru DPK di SMA PGRI 1 Padang, yang secara formal status kepegawaiannya adalah PNS.

Pada tahun 1985 secara resmi SMA PGRI Padang telah memiliki Kepala Sekolah yang Definitif (Bp Arlin Arif BA) yang diangkat dan dilantik oleh Kepala Bidang PMU Kanwil Pdan K Prop Sumbar waktu  itu dijabat oleh Bp Sunariaman Mostofa , S.H. kemudian  perjuangan ini  pada tahun 1987  berhasil  menempatkan 29 orang guru dari berbagai bidang Mata Pelajaran diangkat pemerintah ke SMA PGRI 1 Padang serta dua orang tenaga Administratif yang statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan mempunyai hak dan kewajiban yang  sama dengan Guru dan pegawai negeri di sekolah Negri. Perjuangan ini tidak terlepas dari usaha Bp Sjofjan Kahar, SH (Pendiri/Pembina SMA PGRI 1 Padang)  yang pada saat itu sebagai KORMIN Koordinator Urusan Administrasi  di Kantor Wilayah Depdikbud Prop Sumbar, bersama dengan rekan-rekan seperjuangan beliau untuk memperoleh  guru tetap di sekolah SMA PGRI 1 Padang .

Berkat peluang atau kesempatan yang diberikan beliau  bagi calon guru-guru dan pegawai maka setelah melalui prosedure seleksi penerimaan yang legal kesemua guru-guru tersebut dapat diangkat, ditempatkan dan mengabdi di SMA PGRI 1 Padang. 

Selanjutnya karena dengan telah aktif dan berkembangnya  SMA PGRI 1 Padang, yang secara administratif pengelolaannya berada dibawah pembinaan Pengurus PGRI Sumatera Barat maka pada tahun-tahun berikutnya berkembanglah nama SMA PGRI  ini menjadi PGRI 2, PGRI 3 sampai PGRI 6, yang kesemua sekolah-sekolah ini secara  Administrasi dan Keuangannya dikelola secara sendiri-sendiri dibawah pembinaan Pengurus Daerah /Kota. Cabang dan sebagainya di Padang

Yang jelas SMA PGRI 1 Padang mengilhami keberadaan sekolah-sekolah PGRI  lainnya tersebut, sesuai dengan tuntutan dan perkembangan pendidikan di Kota Padang pada khususnya.

Sekolah-sekolah SMA PGRI lainnya ini secara administrasi dan keuangannya terlepas dengan SMA PGRI 1 Padang, namun Yayasan Pengelola masing-masing  selalu  memberikan laporan secara berkala kepada Pengurus YPLP-PGRI Sumatera Barat untuk memonitor atau memantau perkembangan sekolah dan perkembangan mutu pendidikan di lingkungan YPLP-PGRI, banyak juga diantaranya sekolah-sekolah tersebut yang mendapat bantuan dari pemerintah pusat atas rekomendasi dari YPLP Sumatera Barat. Justru itulah  sudah sewajarnya kepada Bapak-Bapak pendiri SMA PGRI 1 Padang ini yang sekali gus pembina pendidikan dilingkungan PGRI Sumatera Barat sangat kita banggakan perjuangan beliau dalam rangka pengembangan pendidikan di daerah ini, bahkan turut memperjuangkannya sampai ke tingkat pusat melalui Lembaga YPLP-PGRI.

Mudah-mudahan dengan melihat sekilas kebelakang  tentang Sejarah Berdirinya SMA PGRI 1 Padang ini, akan dapat memberikan motovasi bagi kita generasi sekarang  dan yang akan datang untuk tetap konsisten dengan usaha pembinaan sekolah, tenaga pendidik serta pendidikan pada umumnya. Yang kesemuanya ini bertujuan untuk memajukan pendidikan di daerah ini serta  kemajuan pendidikan anak didik di masa mendatang, dengan diiringi ucapan terima kasih yang kita sampaikan  kepada Bapak-Bapak para pencetus,pendiri ,pembina dan pengelola keberadaan sekolah ini, semoga semua usaha beliau-beliau tersebut akan menjadi amal shaleh diisi Allah Swt, Amiin.